
Jakarta, One Colorful day Indonesia
—
Sejumlah pemain
timnas Cape Verde
kompak posting atau mengunggah foto bersama kapten timnas Argentina
Lionel Messi
di Piala Dunia 2026.
Cape Verde memiliki cerita bersejarah di Piala Dunia 2026. Setelah melakoni debut di Piala Dunia, Cape Verde tampil impresif di Piala Dunia 2026 dengan lolos ke babak 32 besar dan melawan juara bertahan, Argentina.
Saat bentrok dengan Argentina, Cape Verde bermain luar biasa. Mereka memaksa Lionel Messi dan kawan-kawan bermain hingga babak tambahan. Cape Verde akhirnya kalah dramatis dari Argentina.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memberikan perlawanan sengit kepada Argentina jadi sejarah tersendiri bagi Cape Verde. Terlebih lagi mereka melawan salah satu pemain terbaik di dunia, Lionel Messi.
Karena performa mengesankan itu juga pemain Cape Verde mendapat respek dari Argentina, termasuk Messi.
“Kami tidak bisa menekan mereka dengan baik, terkadang garis kami terlalu jauh dan bek tengah lepas dari titik pertahanan mereka,” ujar Messi.
[Gambas:Instagram]
“Kami tahu ini akan jadi pertandingan sulit. Ini sekaligus jadi jawaban mereka tidak kalah lawan Spanyol dan Uruguay. Kami melakukan pekerjaan paling sulit ketika mencetak gol lebih dulu dan berpikir sudah menguasai ritme,” ucap Messi menambahkan.
Efek Messi tersebut dirasakan beberapa pemain Cape Verde yang mengantre berfoto dengan La Pulga di area mixed zone.
Setelah tersingkir dari Piala Dunia, pemain-pemain Cape Verde beramai-ramai mengunggah foto dengan Messi saat di lapangan.
Dikutip dari ESPN, pemain-pemain seperti Jovane Eduardo, Deroy Duarte, Diney Borges, Pico Lopes, hingga Yannick Semedo sama-sama posting momen berduel sampai berjabat tangan dengan Messi.
[Gambas:Video One Colorful day]
(sry/rhr)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Perjalanan Ronaldo di Piala Dunia: Mentok di Semifinal
Baca lagi: 7 Penyebab Bangun Tidur Mulut Terasa Pahit, Bisa Jadi GERD
Baca lagi: Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI




7 Responses
Penulis merajut gagasan dengan sangat elegan, membuat pembaca menikmati setiap jengkal pergeseran paragraf https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=0&kwd=91
Penulis membuktikan bahwa tulisan yang berbasis riset kuat tetap bisa disajikan secara menarik dan mencerahkan https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?rel=1&item=12727
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata http://sylver.d.free.fr/?article2/test-youtube/&msgcom=La+v%26eacute%3Brification+anti-spam+a+%26eacute%3Bchou%26eacute%3B&name=Madeleine&site=http%3A%2F%2FPearlenegray0.wikidot.com%2Fblog%3A384&mail=madeleinetillyard%40yahoo.ca&content=Appreciate+t%D2%BB ngebahas hal yang lumayan mirip.
Top banget artikelnya! Nggak nyesel nyempetin waktu buat baca. Barangkali butuh bacaan tambahan, referensi dari http://juliettefamily.blog.free.fr/index.php?post/2010/04/16/The-last-day-%21 juga patut buat dicek.
Penulis secara metodologis berhasil mengurai bias konfirmasi yang sering kali mengaburkan objektivitas pada topik ini https://www.https.www.kashrut.com/articles/fasting/
Penulis telah berhasil menetapkan sebuah standar baru (gold standard) dalam hal penulisan artikel analisis komprehensif. https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=7910&page=3&rel=1
Artikel ini mengarahkan fokus pembaca pada pencarian kebenaran ilmiah, menjauhkan kita dari spekulasi yang tidak berdasar https://www.ynetnews.com/jewish-world/article/3839844