
Jakarta, One Colorful day Indonesia
—
Sebanyak 19 pemain dalam status awas saat tampil pada babak perempat final
Piala Dunia 2026
mulai Kamis (9/7) atau Jumat (10/7) WIB.
Ke-19 pemain tersebut sudah mengantongi satu kartu kuning pada babak gugur, 32 besar dan 16 besar. Jika kena kartu kuning lagi, mereka akan absen pada semifinal.
Dalam regulasi Piala Dunia 2026, ada dua fase pemutihan kartu. Pertama setelah babak grup dan kedua setelah perempat final. Namun, pemain yang dapat dua kartu harus absen pada laga selanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya, pemain yang sudah mendapat kartu kuning dan dapat lagi pada babak perempat final, jika timnya lolos ke semifinal, terpaksa absen dalam pertandingan tersebut.
Sebaliknya, pemain yang belum mendapatkan kartu kuning dan baru memperolah satu kartu kuning pada babak perempat final, otomatis akan diputihkan pada babak semifinal.
Dari 19 pemain yang sudah mengantongi kartu kuning tersebut, Maroko dan dan Inggris paling rawan. Kedua negara sama-sama punya lima pemain yang sudah kena kartu kuning.
Rinciannya, Issa Diop, Achraf Hakimi, Redouane Halhal, Bilal El Khannouss, dan Azzedine Ounahi dari kubu Maroko, serta Jude Bellingham, Nico O’Reilly, Declan Rice, Marc Guehi, dan Jordan Henderson dari Inggris.
Maroko dan Inggris harus hati-hati saat bertemu dengan Prancis dan Norwegia. Bukan hanya soal menang dan lolos ke semifinal, tetapi juga jangan sampai pemain-pemain kunci ini absen.
Kalau itu terjadi, mereka akan merugi pada babak semifinal. Pemain-pemain ini sangat vital dalam sistem permainan timnya masing-masing dan bisa menjadi kelemahan saat absen.
Daftar 19 Pemain Kantongi Kartu Kuning di Perempat Final Piala Dunia 2026
Issa Diop (Maroko)
Achraf Hakimi (Maroko)
Redouane Halhal (Maroko)
Bilal El Khannouss (Maroko)
Azzedine Ounahi (Marokko)
Jude Bellingham (Inggris)
Nico O’Reilly (Inggris)
Declan Rice (Inggris)
Marc Guehi (Inggris)
Jordan Henderson (Inggris)
Manu Kone (Prancis)
Michael Olise (Prancis)
Granit Xhaka (Swiss)
Denis Zakaria (Swiss)
Miro Muheim (Swiss)
Ferran Torres (Spanyol)
Antonio Nusa (Norwegia)
Brandon Mechele (Belgia)
Gonzalo Montiel (Argentina)
[Gambas:Video One Colorful day]
(abs/jal)
Add
as a preferred
source on Google
Baca lagi: Teken MoU, MPR Akan Dilibatkan untuk Tafsir Konstitusi di Putusan MK
Baca lagi: Mortir Tank Meledak di Cipatat Bandung Barat, 3 Warga Tewas
Baca lagi: Dondurma, Es Krim Turki Berbahan Umbi Anggrek Liar yang Terancam Punah




4 Responses
Terima kasih atas penjelasannya, ulasan ini sangat membantu mencerahkan. Sebagai tambahan referensi, saya juga sempat membaca artikel senada yang lumayan mendalam di https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=284698 tadi.
Sebuah karya literasi yang kokoh secara struktur, bertindak sebagai jangkar pemikiran di tengah pusaran disinformasi kontemporer https://undispatch.com/blog-roundup-75/
Mantap ulasannya, langsung pada intinya dan nggak bertele-tele! Kebetulan kemaren saya sempet mampir ke https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=303871, di sana juga ada pembahasan yang sangat relevan sama topik ini.
Keren ulasannya! Singkat, padat, jelas. Bagi temen-temen yang pengen tahu lebih detail, web https://kldp.org/comment/262797 juga punya artikel yang relate banget.